Jl. Rahmat RT : 011 / RW : 003 Sidomulyo Desa Sungaicina, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti

Be Safe Karena Malu

    Temans.. in world nya remaja milenial sekarang, rasa malu mulai ngeghostingin deh kayaknya. May be, faktor penyebabnya adalah gaya hidup trendy yang sedang digandrungi kaum remaja masa kini. 

    Gaya hidup trendy, membuat para remaja menganugerahkan sebuah ‘lencana’ pada ‘hidup anti malu’, emang gak semua rasa malu itu gak baik, ada juga kok suatu hal yang kita diharuskan untuk memberanikan diri dan menghindari rasa malu. Menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu misalnya, ikut kajian islami, dakwah, ini semua membutuhkan keberanian. ‘anti malu dalam hal ini cenderung pada kebaikan. 



    Nah, yang kita bahas diawal tadi adalah ‘gaya hidup anti malu’ yang merugikan diri sendiri tapi dikasih label trendy! Parah beud kan?! 

    Gaya hidup anti malu ini lahir dari budaya barat yang emang pada dasarnya mereka memiliki kebebasan individu buat ngapain aja, dimana aja, dan kapan aja. Jadi wajar aja kalau rasa malunya menepi. 

    Sayangnya, remaja saat ini seakan sudah ter-lock pemikirannya dengan budaya anti malu yang menyerang media massa para remaja tanpa henti, tanpa adanya sensor karena unsur kebebasan yang mereka miliki. Dan anehnya lagi, para remaja ini mudah menerima bahkan mengikuti dari apa yang sekilas tampak di akun media sosial mereka. Lagi-lagi label trendy lah yang jadi penyebabnya. Canda trendy!. Ya kalo yang baik-baik sih gak papa, bagus malah, lah kalo yang ngumbar-ngumbar aurat? Kalo yang!!! Huuuhhhh.. nah loh?! 

    Makanya kita harus hati-hati dengan serangan-serangan senjata ringan dari sosial media. Disaat saat seperti inilah merevolusi pemikiran sangat diperlukan. Agar kita tidak teracuni oleh ‘budaya anti malu’ yang merugikan ini. 

    Guys, yuk coba ubah mindset dari yang beranggapanbahwa “rasa malu” itu kuno dan bikin kita gak produktif ke pemikiran bahwa rasa malulah yang cukup efektif untuk jadi perisai kita. Dalam melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kita lakukan. Rasa malulah yang akan membuat kita lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan. 

    Sebuah Hadits mengatakan : 

“iman dan rasa malu merupakan pasangan dalam segala situasi dan kondisi. Bila rasa malu tidak ada, maka imanpun akan sirna” (Al-Hakim) 

    Jangan lupa juga, rasa malunya di control. Jangan karena rasa malu, jadinya malah malu-maluin lagi, hehe.. canda, canda, canda. 

    Maksudnya gini temans, kita harus bisa dan harus banget bersikap adil dalam menempatkan rasa malu. Karena apa-apa yang berlebihan juga gak baik kan? Yakali pengen dakwah ke temen ngajak sholat misalnya, gara-gara rasa malu ga jadi deh dakwahnya. Ini sih salah tempat namanya. 

    Temans, saatnya bagi kita untuk mangikutsertakan rasa malu pada diri kita. Yuk jadikan rasa malu sebagai modal untuk meningktkan moral. Siap jadi Remaja new Moral? Gass keunn!! 

Penulis : Ananda Revalina Rmadhani
               Kelas XII.IPA.B
               IG : Nandarevv
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalender

Calendar Widget by CalendarLabs

Terpopuler